Minggu, 22 Mei 2022

 

PENGIMBASAN MODUL 3.1

PEMIMPIN PEMBELAJARAN

 

            Modul 3.1 mempelajari bagaimana menjadi pemimpin pembelajaran melalui 9 langkah yang disarankan. Ada beberapa praktik 9 langkah pembelajaran dalam mengambil keputusan melalui coaching. Pengimbasan pertama dilakukan di ruang guru setelah briefing pagi.


    

    Latar belakang dilakukaannya pengimbasan di ruang guru adalah untuk menjangkau semua guru sebanyak mungkin yang datang di saat briefing pagi. Merdeka mengajar adalah sebuah pilihan bagi para guru yang belum mengikuti program guru penggerak atau merdeka mengajar karena landasan mindset berbeda dengan pola pikir guru pada umumnya. Aksi nyata dilaksanakan dengan harapan para pendidik memahami awal perbedaan mindset dari top down menjadi bottom up berdasarkan filosofi Ki Hajar Dewantara .

            Ada 9 langkah yang diperkenalkan untuk pengujian – pengujian agar keputusan yang diambil sebagai pemimpin pembelajaran obyektif, adil dan sah atau legal.Perasaan saya pertama sangat ragu dan takut karena selama ini setiap keputusan adalah top down. Saya secara pribadi merasakan bahwa para guru sedang mencerna setiap kata dan membaca perubahan arah kebijakan menuju merdeka belajar. Situasi di ruangan hening dan menyimak.Artinya di ruang guru tidak ada pertanyaan atau penolakan para pendidik hanya menyimak.

         
dokumen : pengimbasan di ruang guru

 

dokumen ; di ruang PIKR 


Sosialisasi juga dilakukan terhadap peer educator dan konselor Pusat Informasi daKonseling Remaja SMAN 1 Ngemplak Boyolali di ruang perpustakaan.

Dokumen di ruang perpustakaan bersama peer educator dan guru pembina


       Alasan mengapa pengimbasan dilakukan terhadap konselor di ruang PIK R dan peer educator di ruang perpustakaan karena para siswa terlatih ini dan guru pembina sering melakukan pendampingan dan konseling terhadap masalah kesehatan reproduksi terhadap teman - teman di kelas. Perasaannya sangat senang setelah melakukan aksi 3.1 karena para siswa dan pembina sangat menyambut penuh umpan balik terhadap konsep filosofi Ki Hajar Dewantara dan konsep bottom up pada merdeka belajar.






        Pembelajaran dapat dipetik dari beberapa kali aksi pengimbasan bahwa dalam menjalankan aksi sudah koordinasi dengan bapak kepala sekolah namun briefing pagi yang digunakan para guru tidak dapat bebas menyampaikan pendapat sehingga seperti buru - buru untuk mempersiapkan mengajar ke kelas. Sedangkan materinya sedikit diluar kebiasaan yaitu tentang pengujian 9 langkah yang dirasa belum dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan di sekolah. Karena para guru terbiasa diparingi dawuh. Perbedaan mindset dari top down beralih ke bottom up sepertinya kurang mendapat perhatian dari sebagian para guru. Sedangkan pengimbasan dilakukan di beberapa siswa sangat disambut baik, respon pernyataan dan pemahaman siswa sepertinya sangat setuju konsep Ki Hajar Dewantara. 

          Rencana perbaikan untuk pengimbasan adalah waktu yang tepat, suasana santai, dukungan kepala sekolah dan materi yang lebih sederhana dan ringkas, intonasi, volume suara dan memberi kesempatan lebih lama untuk klarifikasi dan umpan balik.




    


Tidak ada komentar:

PESONA WADUK CENGKLIK DESA NGAGOREJO

Materi K 13 Kelas XII PERUBAHAN SOSIAL                     Ada istilah di dunia ini tidak ada yang abadi. Semua bisa berubah sewaktu waktu o...