Kamis, 21 April 2022

 

Mengambil Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran

 

            Cita – cita luhur Ki Hajar Dewantara yang mewujudkan sekolah sebagai taman bahagia dimana ada upaya saling mengasihi, membimbing dan berlatih yang tertuang dalam Asih, Asuh dan Asah merupakan jalan menuju semboyan pemimpin yang dikenal ing ngarsa sung tulodo, ing madya mangun karsa, dan tut wuri handayani. Artinya adalah di depan memberi teladan, di tengah memberi semangat, dan di belakang memberi dorongan.

Sejalan dengan cita – cita Ki Hajar Dewantara, peran guru penggerak ada lima yakni: menjadi pemimpin pembelajaran, menggerakkan komunitas praktisi, mendorong kolaborasi antar guru, menjadi coach bagi guru lain, dan mewujudkan kepemimpinan murid. Guru penggerak berfokus pada peran kepemimpinan pembelajaran agar mampu mendorong tumbuh kembang peserta didik secara holistik; aktif dan proaktif dalam mengembangkan pendidik lainnya untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada peserta didik; serta menjadi teladan dan agen transformasi ekosistem pendidikan untuk mewujudkan profil pelajar Pancasila. Dalam memerankan perannya tetap berpijak pada 5 (lima) nilai guru penggerak yakni berpihak pada murid, mandiri, kolaboratif, reflektif dan inovatif.

Guru penggerak harus mandiri artinya mampu memunculkan motivasi dalam dirinya untuk membuat perubahan baik untuk perubahan lingkungan sekitar ataupun pada dirinya sendiri. Sebagai pemimpin pembelajaran seringkali dihadapkan dengan dilema etika. Pilihan – pilihan etika antara benar dan salah ataukah antara benar dengan benar merupakan tantangan dalam memecahkan masalah demi terwujudnya cita – cita bahwa sekolah mendorong untuk bersikap etis dengan pertimbangan – pertimbangan moralnya . Ada nilai – nilai yang dipelajari seperti taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, mandiri, gotong – royong, berwawasan kebhinekaan global, bernalar kritis dan kreaktif yang menjadi landasan melahirkan pelopor pelajar Pancasila. Namun ada pula nilai – nilai universal yang dimiliki setiap orang karena pengaruh pendidikan , kebudayaan yang dipelajari dan diwariskan.

praktik coaching menggerakan guru untuk mengikuti program guru penggerak


Oleh sebab itu pengambilan keputusan sangat penting agar dapat memperoleh keputusan yang bersifat win - win solution artinya tidak ada yang dimenangkan atau dikalahkan. Hal tersebut untuk mewujudkan keadilan. Dalam pengambilan keputusan yang terbaik bagi siswa pemimpin pembelajaran berkolaborasi dengan guru sejawat, orang tua dan kepala sekolah atau pihak – pihak yang berkaitan / stakeholder yang lain. Agar keputusan yang diambil dapat mejadi jalan tengah terbaik terhadap persoalan yang sdang dihadapi.ada 9 langkah yang harus diterapkan sebagai pertimbangan riil .

            9 langkah yang harus diterapkan agar supaya proses pengambilan keputusan dapat seobyektif mungkin adalah sebagai berikut :

1. Mengenali nilai – nilai yang saling bertentangan

2. Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini

3. Kumpulkan fakta – fakta yang relevan dengan situasi ini

4. Pengujian benar atau salah melalui uji legal, uji regulasi, uji intuisi,uji publikasi,uji panutan atau idola

5. Pengujian paradigma ( individu versus masyarakat, rasa keadilan versus rasa kasihan, kebenaran versus kesetiaan, jangka pendek versus jangka panjang )

6. Melakukan prinsip resolusi seperti landasan berfikir yang berprinsip terhadap hasil akhir, berprinsip peraturan dan berprinsip rasa peduli .

7.Setelah menganalisa sampai ke enam langkah, langkah ketujuh adalah proses berfikir kreaktif untuk menciptakan keputusan yang berbeda dengan dilema yang dihadapi yaitu dengan menghadirkan opsi pilihan ketiga yang biasa disebut opsi trilema yang kreaktif dan solutif.

8. Mengambil keputusan setelah ada dilema dan mempertimbangkan trilema

9. Melakukan refleksi apakah jika keputusan diambil sesuai langkah – langkah akan baik kedepannya, sudahkan kita berfikir obyektif dan terbaik dalam menganalisa melalui data, fakta dan paradigm serta prinsip yang dianut?

            Praktik 9 langkah dapat dilakukan dengan menggunakan teknik coach sehingga pengambil keputusan dapat secara berdaya untuk mengambil keputusan secara mandiri sehingga dapat mengenali sejak dini dampak atas keputusannya tersebut. Keputusan yang kita ambil hendaknya mendukung proses sekolah sebagai sebuah tempat untuk mengelola kegiatan spiritual/rohani, fisik , dan kreasi untuk menciptakan karya karya inovatif yang kreaktif. Sehingga pendidikan merupakan seni untuk mendorong seseorang untuk bersikap etis sesuai dengan nilai – nilai universal atau nilai – nilai sosial budaya masyarakat yang tinggi.

2 komentar:

hannaaritrin mengatakan...

Terimakasih sema komentar dan dukungannya yang masuk ke email.Pendidikan Indonesia makin maju

Anonim mengatakan...

Sangat menarik informasinya
Semangat selalu bu Hanna

PESONA WADUK CENGKLIK DESA NGAGOREJO

Materi K 13 Kelas XII PERUBAHAN SOSIAL                     Ada istilah di dunia ini tidak ada yang abadi. Semua bisa berubah sewaktu waktu o...