Kamis, 20 September 2018

Atasi Pendidikan Stunting



Rotasi guru dan kepala sekolah yang akhir – akhir ini menjadi perbincangan hangat di kalangan pegawai negeri sipil yang berprofesi guru atau kepala sekolah. Konon kabarnya setelah sistem zonasi yang diimplementasikan untuk mengatasi kesenjangan pendidikan, akan ada sistem rotasi agar tenaga pendidik yang memiliki kemampuan bisa tersebar di seluruh Indonesia dan menginfeksi kemajuan pendidikan. Beberapa media sosial telah hangat memperbincangkan hal tersebut. Sebut saja media sosial kesharlindung.dikmen tempat media komunikasi kemendikbud dengan guru – guru di jenjang pendidikan menengah di facebook yang ramai tentang zonasi. Pro dan kontra adalah hal biasa karena rotasi ini akan dilakukan untuk memeratakan kemajuan pendidikan Indonesia.
            Sistem zonasi sudah dilaksanakan menurut pendapat penulis kebijakan ini akan menghilangkan hegemoni sekolah favorit karena penjaringan siswa berdasarkan lokasi tempat tinggal mengganti penjaringan nilai dan berprestasi. Kebijakan zonasi bagi sebagian masyarakat menghalangi hak untuk memilih sekolah kesukaannya namun sistem ini dalam jangka menengah dapat menggairahkan pendidikan di semua sekolah hingga pelosok. Idealnya sekolah dekat lokasi tempat tinggal untuk memudahkan koordinasi dan kontrol orang tua terhadap siswa. Sekolah favorit biasanya mendapatkan siswa terbaik jadi mengeluh karena harus menerima murid biasa-biasa saja yang lokasi tempat tinggalnya dekat.
            Keprihatinan terhadap pendidikan Indonesia sudah lama menjadi perbincangan hangat dalam media sosial ataupun cetak, bahkan berbagai wacana di gelorakan untuk mencetak anak bangsa yang berkarakter dan berdaya saing. Maklum sejak merdeka 1945 sampai sekarang (2018) Indonesia masih melekat dengan predikat negara berkembang. Negara mengalami stunting ( meminjam istilah pertumbuhan anak yang kerdil akibat kurang asupan gizi ). Indonesia peringkat ke -5 se Asia Tenggara anak – anak dan balita mengalami stunting. Kondisi anak Indonesia dan bangsanya kurang lebih sama. Setelah 73 tahun merdeka tidak juga menjadi negara maju.Ibarat balita tidak juga tumbuh tinggi, sehat dan dewasa.
            Sikap politik menjelang pemilu penuh caci maki di media sosial, banyak kasus KKN tetap tidak bisa diungkap, pelanggaran terhadap hak asasi manusia sering terjadi di masyarakat seakan – akan trauma akibat serentetan peristiwa dehumanisasi tidak menyadarkan masyarakat pentingnya toleransi dan solidaritas antar suku, agama dan golongan. Radikalisme dan intoleransi semakin marak sebagai kuda tunggang calon pemimpin bangsa. Pendidikan tidak bisa menuntaskan persoalan Guru Tidak Tetap yang tiap tahun diangkat namun penambahannya meningkat secara agregat. Praktek kolusi sulit dilepaskan dari sekolah – sekolah. Belum lagi senioritas, peminggiran, dan campur tangan partai politik yang membuat guru tidak bisa tumbuh sesuai bakat dan kemampuannya.
            Pendidikan mengalami stunting diakibatkan karena akses, peluang, kesempatan tidak diberikan secara merata. Kebijakan pendidikan populis namun ada ketidakadilan dalam prakteknya. Adanya sekolah favorit seperti mengkotakan guru berprestasi atau tidak dilihat dari fasilitas dan kemudahan yang didapat kadangkala pelatihan, workshop diberikan pada guru – guru yang tidak sesuai dengan mata pelajarannya mungkin karena senioritas tidak memandang kebutuhan. Ada nilai ukg namun tidak digunakan sebagai pedoman untuk memberikan kesempatan sebagai instruktur karena kurang senior. Senioritas diukur dari lamanya masa mengajar bukan prestasi atau kinerja. Ada absensi namun tidak pernah dijadikan ukuran obyektif tentang prestasi karena kedekatan emosional adalah pedoman yang disepakati secara komunal. Stunting juga dialami oleh para guru di daerah terdepan, terluar, terbelakang karena kondisi alam dan perkembangan desentralisasi yang tidak efektif.
            Untuk mengatasi stunting pemerintah punya program sertifikasi guru bagi guru yang memenuhi kriteria. Namun demikian hasil dari sertifikasi guru belum menampakkan hasil, paling tidak itulah pendapat Ibu Sri Mulyani yang mengatakan di Jakarta tentang guru sertifikasi yang tidak mengajar dan yang mengajar guru tidak tetapnya. Pendapat Ibu Sri Mulyani sempat viral dan jadi perbincangan hangat bagi sebagian guru bersertifikasi yang memiliki dedikasi dan integritas pada profesinya. Pendapat Ibu Sri Mulyani mungkin berdasarkan data yang pernah ditemukannya, namun demikian patut dicatat bahwa data tersebut tidak berlaku bagi semua guru. Ada pula sekolah yang memberikan akses seluasnya bagi kolusi dengan meminggirkan posisi guru aparatur sipil negara dan memberikan peran yang penting bagi guru tidak tetap karena hubungan emosional, hubungan darah, dan campur tangan partai politik yang menang. Beberapa sekolah keberadaan GTT tidak obyektif.
Gizi Seimbang
            Layaknya anak yang mengalami stunting yang butuh gizi seimbang, maka pendidikan Indonesia membutuhkan kebijakan yang adil dan moderat. Kebijakan yang adil dan moderat sesuai dengan prinsip budaya kerja kementrian pendidikan dan kebudayaan yang memiliki integritas, kreaktif, inovatif, inisiatif, pembelajar, menjunjung meritrokasi, terlibat aktif dan tanpa pamrih.
            Gizi yang seimbang yang diusulkan untuk mendongkrak pertumbuhan dan kemajuan pendidikan Indonesia adalah sebagai berikut :
Tunjangan Sertifikasi.Seleksi tunjangan sertifikasi diberikan kepada semua level guru tanpa kecuali di seluruh pelosok Indonesia dengan mempertimbangkan kemampuan akademik, prestasi pertahun yang bisa dimonitor melalui pengajuan angka kredit pertahun, absensi, kreasi, inovasi dan pelayanan terhadap daerah yang terluar, terisolasi mendapatkan poin dua kali daripada guru yang akses rumah dan tempat kerjanya dekat. Pertimbangan khusus untuk guru sekolah inklusi dan terisolir.
Perluas Akses. Akses belajar ke luar negeri atau dalam negeri diperluas untuk menambah wawasan dan semangat para guru dan kepala sekolah. Sistem kompetisi yang adil dan merata akan menunjang proses asupan gizi bagi semangat dan motivasi kerja.
Kontrol bi-sistem manual dan e-controling. Kebijakan ini diimplementasikan melalui dua cara dengan melihat lokasi dan keterjangkauan internet. Finger print adalah salah satu e-controling, sistem GTK dan dapodik, biodata ASN yang berbasis internet yang memuat semua sejarah, profil, karya inovatif, prestasi lain untuk setiap tahun diperbaharui. Sistem manual juga penting agar supaya pengawasan melekat dari rekan sejawat dan pemimpin efektif untuk menilai kinerja. Supaya penghargaan diberikan pada guru yang berhak.
Hapuskan dominasi di sekolah oleh elit. Tidak menjadi rahasia bagi guru bahwa di sekolah ada elit guru. Siapakah yang disebut elit. Elit sekolah adalah pengelola sekolah mayoritas sekolah di Indonesia dikuasai elit, tentu saja tidak semua sekolah. Elit sekolah akan mendominasi proyek, keputusan dan kebijakan, biasanya ditandai oleh banyaknya Surat Keputusan ( SK ) yang bernilai rupiah atau berhonor. Biasanya wakil kepala sekolah bergantian selama dua periode. Namun ada sekolah yang sejak awal berdiri tidak pernah ganti wakil kepala sekolahnya, atau hanya bergeser dari kesiswaan, kurikulum, sarana dan prasarana dan humas bahkan asistennya juga akan tetap asisten sampai menjelang pensiun. Sehingga dominasi ini menghilangkan kesempatan belajar, pengalaman kerja yang beragam bahkan peminggiran ini membuat lemah dan tidak termotivasi kerja. Sengaja dilemahkan. Maka sistem rotasi sangat penting bagi elit sekolah supaya meningkatkan asupan gizi bagi semua guru. Biar sehat dan tetap semangat.
Perbanyak lomba guru dan kepala sekolah untuk meningkatkan inisiatif, kreaktifitas dan inovasi.Meritrokasi. Menjunjung tinggi budaya adil memberikan penghargaan bagi guru dan kepala sekolah sesuai prestasinya. Keadilan harus menjadi ukuran yang dapat dilihat publik yaitu melalui proses penilaian yang bisa dipantai secara digital dan oleh siapa saja pengambil kebijakan sehingga menghindari bias dan dominasi, hegemoni yang selama ini dirasakan para guru yang melemahkan semangat dan motivasi kerja.
Sistem pemberian honor dan proyek fisik harus dilakukan secara transparan dan mengandung prinsip-prinsip akuntabilitas, fairness, adil, jujur dengan memberlakukan e- planning,  e-budgeting  pada anggaran sekolah dan implementasi pelaksanaan program. E budgeting yang melibatkan publik akan menghindari resiko dominasi, penyelewengan terhadap penggunaan sumber dana – dana.
Semua asupan gizi seperti : tunjangan sertifikasi, perluas akses, kontrol bi-sistem manual dan digital, hapuskan dominasi elit sekolah, perbanyak ajang lomba, menegakkan meritrokasi dan anggaran sekolah yang menggunakan fasilitas e-budgeting merupakan usaha – usaha untuk memulihkan kondisi stunting supaya pendidikan di Indonesia bertumbuh keluar dari kondisi stunting.

Sabtu, 11 Agustus 2018



Hak Anak dan Reproduksi

Sebagai makhluk sosial dan individu, manusia memiliki yang yang hakiki hak tersebut lebih dikenal dengan hak asasi. Hak asasi melekat ke setiap individu mulai dari lahir hingga meninggal karena anugerah sebagai ciptaanNYA. Hak tersebut diperinci menjadi beberapa hak, beberapa hak yang menjadi turunan hak asasi adalah hak anak dan hak seksual. Kedua hak tersebut sering diperbincangkan di Indonesia, akan tetapi lebih banyak dalam forum masing-masing.
Hak anak disosialisasikan sejak dini akan lebih baik agar semua pihak dapat melindungi dan mendukung. Hak anak merupakan hak yang dimiliki oleh semua anak sejak didalam kandungan (usia 0-18 tahun). Konvensi Hak Anak (KHA) yang merupakan perjanjian Negara-negara didunia termasuk Indonesia yang diratifikasi ke dalam UU No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. KHA memiliki 4 prinsip, yaitu non diskriminasi, kepentingan terbaik bagi anak, jaminan hidup dan partisipasi anak. 4 prinsip tersebut dalam undang-undang perlindungan anak diratifikasi sejak tahun 1984 dan secara garis besar menjadi 4 hak anak, yaitu :
1. Hak Hidup
2. Hak Tumbuh-Kembang
3. Hak Perlindungan
4. Hak Partisipasi
Hak-hak tersebut harus diberikan oleh negara, orang tua, maupun masyarakat sekitar anak anak berada. Pelanggaran terhadap hak-hak tersebut bisa dikenakan sanksi pidana bagi siapapun. Selain hak anak, hak reproduksi juga menjadi bagian dari hak asasi manusia. Hak reproduksi yang dihasilkan dari ICPD pada tahun 1994 menjamin setiap individu memiliki hak-hak yang berkaian dengan kesehatan reproduksi dan kehidupan seksualnya. Hak seksual dituangkan dalam 12 poin :
1. Hak untuk hidup
2. Hak atas kemerdekaan dan keamanan
3. Hak kesetaraan dan bebas dari segala bentuk diskriminasi
4. Hak atas kerahasiaan pribadi
5. Hak atas kebebasan berfikir
6. Hak mendapatkan informasi dan pendidikan
7. Hak untuk menikah atau tidak menikah serta membentuk dan merencanakan keluarga
8. Hak untuk memutuskan mempunyai atau tidak dan kapan waktu memiliki anak
9. Hak atas pelayanan dan perlindungan kesehatan
10. Hak mendapatkan manfaat dari kemajuan ilmu pengetahuan
11. Hak atas kebebasan berkumpul dan berpartisipasi dalam politik
12. Hak untuk bebas dari penganiayaan dan perlakuan buruk
Selain 12 hak reproduksi tersebut, ada hak reproduksi khusus untuk remaja. 5 Hak remaja ini mengakomodasi managemen diri remaja yang dipengaruhi oleh kondisi masa transisi dari anak ke dewasa yang mengalami banyak perubahan. Hak - Hak tersebut adalah :
1. Hak menjadi diri sendiri
2. Hak mendapatkan informasi
3. Hak dilindungi dan melindungi diri sendiri
4. Hak mendapatkan pelayanan kesehatan
5. Hak dilibatkan
Hak anak dan hak kesehatan merupakan bagian dari hak asasi manusia yang harus dipenuhi oleh Negara. Pemenuhan hak-hak tersebut di Indonesia masih menemui kendala, salah satu kendala adalah masih tumpang tindihnya kebijakan-kebijakan pemerintah. Undang-undang kesehatan mengkategorikan anak adalah usia 0-18 tahun, sehingga pada usia tersebut dilindungi dengan UU perlindungan anak. Dalam kebijakan lain, UU Perkawinan menyebutkan batas usia untuk seseorang melakukan perkawinan adalah 16 tahun untuk perempuan dan 19 tahun untuk laki-laki. Tentu kedua undang-undang tersebut saling bertolak belakang. Satu sisi UU Kesehatan menjamin hak kesehatan, akan tetapi UU Perkawinan memberikan ruang untuk terjadinya pelanggaran hak anak maupun hak reproduksi terutama pada perempuan.
Rencanakan Masa Depan
            Sosialisasi hak hak anak dan hak reproduksi diharapkan disosialisasikan simultan dan saling mendukung antara sekolah, keluarga, masyarakat bersama-sama secara intensif dan komprehensif. Karena biasanya pelaku kekerasan anak adalah orang – orang terdekatnya. Disamping itu UU Perkawinan tampak bertentangan dengan hak anak maka untuk menguatkan perlindungan di lingkar inti sosialisasi hak anak lebih didahulukan agar dapat menjamin hak reproduksi dan meningkatkan mutu generasi berikutnya.
            Sosialisasi hak anak dan hak reproduksi sejak dini kepada seluruh lembaga pendidikan, lembaga pemerintah dan stakeholder yang lain untuk memastikan semua pihak melindungi dan melibatkan anak dalam setiap keputusan yang berhubungan dengan anak-anak. Seperti dalam pembuatan program sekolah yang pemanfaatnya adalah para siswa maka diamanatkan untuk melibatkan aspirasi anak sebagai pemanfaat program untuk mengemukakan pendapat dan berpartisipasi di dalamnya.
            Hak reproduksi diharapkan dapat menguatkan para remaja agar mengambil keputusan menikah setelah siap dalam hal finansial, fisik sehingga dapat merencanakan sebaik mungkin. Hal ini dimaksudkan untuk menekan jumlah pernikahan dini dan keluarga muda yang kurang persiapan. Karena dalam generasi muda yang kuat, dan keluarga bahagia sehat saja negara dapat membangun dengan baik. Mari siapkan masa depan sebaik mungkin, berpartisipasilah dan merencanakan masa depan sejak dini!

Minggu, 22 Oktober 2017

Lawan Hoax dengan Aksi Nyata





Publik seringkali dibuat gaduh oleh berita – berita yang tidak benar (hoax) bersifat tendensius yang bersumber dari suhu politik yang meninggi, persaingan bisnis atau persaingan individu atau kelompok yang penuh konflik interest. Sayangnya berita hoax bak peluru yang membombardir kehidupan masyarakat, mengarah pada memobilisasi massa untuk melakukan tindakan – tindakan yang diinginkan pembuat berita hoax. Akibatnya tujuan pemberitaan hoax berhasil menembus ruang nyata kehidupan masyarakat. Hal ini mengundang banyak keprihatinan karena membuktikan betapa rentan pertahanan masyarakat terhadap pengaruh hoax yang merugikan kepentingan umum membahayakan persatuan dan kesatuan Indonesia.
            Sebagai pendidik kita cukup prihatin dengan maraknya ujaran kebencian yang telah diproses secara hukum. Hal ini mengidentifikasikan bahwa hoax berpotensi untuk melakukan tindakan kriminal.  Kenyataan rentannya pertahanan masyarakat menunjukkan rendahnya intelektual yang mudah dihegemoni kepentingan tertentu. Pendidikan tidak membekali masyarakat akan pengetahuan yang benar atau proses itu terlewatkan karena derasnya arus internet yang mendunia. Masyarakat membutuhkan edukasi yang kontruks untuk membangun pemahaman yang benar. Bisa jadi mobilisasi yang menembus kehidupan nyata bersumber dari ketidaktahuan atau gagalnya proses transformasi pengetahuan. Kegagalan transformasi harus diatasi melalui aksi nyata. Mengembalikan masyarakat kedalam kehidupan nyata menjauhkan atau meminimalisasikan pengaruh buruk dunia maya yang menyeret masyarakat kedalam kondisi ‘dingin’ terhadap pengetahuan yang benar, tidak kritis, jauh dari skeptis dan obyektif  yang cenderung mengarah pada posisi ketidaktahuan. Bongkahan es ketidaktahuan dalam struktur kognitif harus dipecah melalui aksi-aksi yang penuh semangat untuk mengisi kehidupan nyata. Supaya kita tidak terjebak pada dua dunia, maya dan nyata.
            Mengetahui sebuah berita hoax atau bukan yang beredar di media sosial, whattshap atau kelompok chatting dapat dilakukan melalui beberapa teknik yaitu pertama, melalui crosscheck siapa pembuat berita, jika pembuat berita tidak kompeten atau pihak yang tidak resmi maka dimungkinkan hoax. Kedua, periksa asal berita atau asal alamat url atau situsnya, jika alamat situs individu bukan resmi dimungkinkan pendapat pribadi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Ketiga, check isi berita bombastik atau jika sangat provokatif dimungkinkan hoax. Selidiki ada penanda khusus berita tendensius yaitu jika ada kata sebarkan, viralkan, bagikan. Keempat teknik identifikasi gambar dengan cara check foto melalui google image apakah ada rekayasa atau tidak.
Aksi Nyata melalui Pembelajaran bermakna ( meaningfull learning )
            Bentuk perlawanan bagi pendidik adalah pembelajaran bermakna. Menurut David Ausubel, belajar dapat diklasifikasikan ke dalam dua dimensi, yaitu dimensi pertama berhubungan dengan cara informasi atau materi pelajaran yang disajikan pada siswa melalui penerimaan atau penemuan. Dimensi kedua menyangkut cara bagaimana  mengaitkan informasi itu pada struktur kognitif yang telah ada. Struktur utama ialah fakta, konsep, dan generalisasi yang telah dipelajari dan diingat oleh siswa. Apabila hanya mengingat saja atau hafalan akan tidak bermakna dan tidak membangun pengetahuan sendiri. Yang mengakibatkan peserta didik tidak dapat mengetahui kebenaran yang sesungguhnya. Melatih siswa berfikir konstruk untuk selalu menghubungkan dengan struktur kognitif yang sudah ada dapat meningkatkan kebermaknaan sebuah materi.
            Materi multikulturalisme, pendidikan moral bangsa telah dipelajari oleh siswa sejak dini namun berita hoax mampu menembusnya. Ini artinya bahwa pengetahuan para peserta didik tentang materi yang bermuatan nilai, moral bangsa tidak bermakna sehingga tidak terinternalisasi dalam struktur kognitif siswa atau mungkin hanya hafalan. Sehingga mudah digoyahkan dan dimobilisasi berita hoax. Pembelajaran bermakna menuntut para guru untuk memperhatikan sikap dan gaya belajar yang inspiratif dan demokratis, penyampaian materi yang dihubungkan dengan realitas sosial lingkungan hidup siswa, menggunakan strategi dan metode belajar yang partisipatif, penggunaan media belajar yang sesuai, mampu mengkaitkan materi dengan pengetahuan siswa. Hal ini menuntut guru menggali apa yang dialami siswa baik di dunia maya atau nyata, yang bersifat kekinian.
            Pembelajaran bermakna dapat dirangsang melalui pertanyaan – pertanyaan yang bersifat HOT ( high order thingking ) yang pengetahunnya tidaka tertulis di buku pada akhirnya yang mendorong para siwa berfikir untuk membangun pengetahuannya dan mengaitkan dengan struktur kognitif yang ada. Pengetahuan struktur yang berkenaan dengan stimulus yang mampu direkam melalui mata, telinga, penciuman, mulut dan kulitnya berkenaan dengan lingkungan hidup yang dialami sehari-hari. Proses membangun pengetahuan yang distimulasi oleh kondisi riil akan sangat sulit dilupakan karena berhubungan erat dan memiliki makna bagi siswa. Hal ini juga melatih sikap kritis, skeptis dan obyektif yang tidak mudah digoyahkan dengan hoax.
Aksi Nyata Pembiasaan hidup
            Pembiasaan hidup adalah perilaku yang dilakukan berulang-ulang sehingga mampu membentuk karakter, reaksi reflek sebagai cermin tertanamnya nilai-nilai moral yang diinginkan. Sikap malas, apatis, pesimis, budaya instan adalah sikap remaja kekinian yang dipengaruhi oleh teknologi, kecangihan komunikasi yang mudah dan mendunia yang seolah olah mewakili kehidupan nyata dan alam berfikir manusia. Pengaruh internet yang kuat mendorong perubahan pola interaksi sosial dan cara merespon sesuatu. Hal ini jika tidak disadari akan mendorong kita kedalam dunia maya dan mengalami keterasingan dalam dunia nyata. Lebih menakutkan lagi fenomena ini mendorong lahirnya generasi idiot.
            Proses antisipasi dengan aksi nyata yang pertama dalah gerakan revolusi mental di sekolah seperti gerakan 1821 adalah sebuah himbauan dari pihak sekolah yang menuntut orang tua dan masyarakat memonitoring selama 3 jam dari pukul 18.00 sampai dengan 21.00 memberlakukan jam belajar tanpa terkoneksi televisi dan smartphone. Gerakan revolusi mental sangat membutuhkan dukungan orangtua dan masyarakat setempat untuk terus – menerus mengingatkan putra-putrinya untuk tidak terkoneksi dengan berbagai jenis media. Fokus pada membaca dan belajar serta ibadah. Upaya ini dilakukan setelah pulang sekolah untuk merebut kembali kehidupan kaum muda kedalam kehidupan nyata.
            Aksi lawan hoax kedua adalah gerakan cinta lingkungan adalah sebuah upaya yang meliputi aktifitas nyata dari menanam, membuang sampah pada tempatnya, memisahkan sampah, mengelola sampah dan daur ulang sampah agar bermanfaat. Gerakan cinta lingkungan menuntut kerjasama sekolah, keluarga dan masyarakat untuk saling mengingatkan selalu terus – menerus melakukan pekerjaan seperti membuang sampah pada tempatnya, hidup bersih, memisahkan sampah organik dan anorganik, menggolah sampah agar dapat digunakan atau dimanfaatkan kembali, menanam dan merawat tanaman.
            Aksi lawan hoax melalui gerakan 1821 dan cinta lingkungan melibatkan sekolah, keluarga dan guru untuk terus-menerus melakukan kegiatan nyata membatasi pergaulan dalam dunia maya mengembalikan kesadaran masyarakat kedalam kehidupan yang lebih bermakna membangun kesadaran batas maya dan nyata. Sehingga memiliki pertahanan terhadap berita hoax.Resistensi terhadap berita hoax dianggap mampu untuk membangun kondisi yang harmonis sikap positif dan memperbaiki interaksi sosial dan alam pikiran yang ‘dingin’ terhadap pengetahuan yang benar.
Sinergis
            Mengidentifikasi berita hoax, mengetahui kebenaran, memecah bongkahan es ketidaktahuan dengan pembelajaran bermakna, melawan hoax dengan aksi 1821 dan cinta lingkungan adalah upaya kerja bersama-sama antara pihak sekolah, keluarga dan masyarakat. Aktifitas nyata tersebut menuntut kerja yang bersifat sinergis saling dukung demi terlaksananya upaya mengembalikan kesadaran masyarakat terhadap ancaman berita hoax. Tentu saja upaya kerja bersama merebut kembali kesadaran kritis masyarakat adalah hal yang mustahil dilakukan jika pihak – pihak yang terkait lemah dalam memonitoring aktifitas pembiasaan hidup yang diidealkan. Oleh sebab itu mempengaruhi ketiga pihak supaya sinergis harus dilakukan dengan penuh semangat. Kata orang Jepang Ganbatte Kudasai kerja yang penuh semangat demi mewujudkan cita-cita atau suatu kondisi bebas hoax.
            Kampanye terus – menerus di kelas, sekolah, keluarga, masyarakat, media masa, dan literasi digital diharapkan mendorong banyak pihak untuk selalu mengkritisi setiap berita yang dibaca. Kita tidak dapat menolak pesatnya teknologi komunikasi yang mendunia namun kita bisa menepis pengaruh negatifnya. Yaitu melalui bekerjasama dengan pihak – pihak terkait yang efektif untuk mencapai masyarakat yang kondusif bagi pembangunan yang nyata. Tetap semangat dan terus kerja lawan hoax dengan aksi nyata!

Selasa, 18 Juli 2017

Post Test

Kirim jawaban ke email : buharyort3@gmail.com

Soal Uraian



1. Apa saja contoh nyata perubahan sosial?

Jawab : 

2. Apa alasan masyarakat mau menerima perubahan ?

Jawab :    

3. Gambarkan dan beri contoh bahwa suatu penemuan baru dapat mengakibatkan perubahan dibidang-bidang lain!

Jawab :

4. Disintegrasi dapat berwujud pergolakan daerah, aksi protes, demonstrasi, kenakalan remaja dan tindak kriminal. Tuliskan 2 contoh masing-masing!

Jawab :

5. Apa yang dimaksud dengan kejahatan "Kerah Putih" (white collar crime) ?

Jawab :

6. Bagaimana cara menanggulangi kenakalan remaja yang sekarang ini cenderung mengarah ke tindak kriminal ?

Jawab :

7. Jika anda adalah pengamat politik, bagaimana cara anda menyikapi para tokoh politik yang cenderung saling berkonflik?

Jawab:

8. Jika anda seseorang yang mempunyai kedudukan, bagaimana cara anda menyelesaikan masalah-masalah anda ttg disintegrasi?

Jawab :

9. Pada masyarakat majemuk, potensi konflik sangat besar. Sikap apa yang harus dikembangkan agar dapat terwujud kesinambungan bangsa dan negara ?

Jawab :  


10. Sebagai warga masyarakat yang peduli dengan kedamaian dan ketentraman, bagaimana pendapat anda terhadap terjadinya konflik antaretnis di Indonesia?


Jawab :

Pre test

Boyolali, 19 Juli 2017

Kelas Digital
The First Pre Test



SOAL BAB PERUBAHAN SOSIAL

1. Adanya ketidaksesuaian di antara unsur-unsur yang saling berbeda yang dijumpai dalam kehidupan social di masyarakat sering menghasilkan suatu pola kehidupan yang tidak serasi fungsinya bagi kehidupan masyarakat yang bersangkutan. Proses ini merupakan…
    a. Perubahan kebudayaan
    b. diferensiasi social
    c. peranan social
    d. perubahan social
    e. integrasi sosial

2. Salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan sosial adalah…
    a. Tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi
    b. Program transmigrasi dari pemerintah
    c. Keberhasilan program keluarga berencana
    d. Adanya perpindahan penduduk antardaerah
    e. Menurunnya tingkat kesejahteraan mayarakat

3. Salah satu faktor pendorong perubahan masyarakat yang datang dari dalam masyarakat itu sendiri adalah…
    a. Perubahan lingkungan alam
    b. Pengaruh kebudayaan masyarakat lain
    c. Adanya pertentangan dalam masyarakat
    d. Adanya peperangan
    e. Adanya penjajahan

4. Faktor penghalang terjadinya suatu perubahan adalah…
    a. Masayarakat yang terbuka terhadap hal-hal yang baru
    b. Masyarakat yang memiliki inovasi tinggi
    c. Adanya kepentingan-kepentingan yang sudah tertanam kuat
    d. Bertambah dan berkurangnya penduduk
    e. Kuatnya hubungan dengan masyarakat sekitarnya

5. Contoh dari perubahan cepat dan mendasar adalah…
    a. Model pakaian
    b. Revolusi industri
    c. Hukum pewarisan
    d. Undang-undang perkawinan
    e. Pembuatan alat-alat

6. Perubahan yang merupakan lanjutan dari perubahan terdahulu adalah…
    a. Perubahan mendasar
    b. Perubahan revolusi
    c. Perubahan structural 
    d. Perubahan menyebar
    e. Perubahan proses

7. Perubahan yang disebabkan oleh faktor lingkungan alam adalah…
    a. Terjadinya banjir
    b. Hujan besar
    c. Terjadinya bedol desa
    d. Hama pertanian
    e. Kebakaran

8. Cara suatu kebudayaan yang masuk dengan jalan damai disebut…
    a. Penetration violence
    b. Penetration culture
    c. Penetration civilazation
    d. Penetration pasifique
    e. Difusi culture


9. Berikut ini faktor yang mendorong terjadinya perubahan sosial adalah…
    a. Perkembangan iptek yang lambat
    b. prasangka terhadap hal-hal yang berbau asing
    c. Kebutuhan yang semakin kompleks
    d. Chauvanisme
    e. Mempertahankan adat dan kebiasaan

10. Perubahan yang mendasar meliputi struktur-struktur sosial dan berlangsung dalam waktu yang relatif singkat dinamakan…
    a. Evolusi sosial
    b. Perubahan progress
    c. Pergeseran tata nilai
    d. Revolusi sosial
    e. Perubahan regress

11. Yang termasuk evolusi di bidang sosial adalah…
    a. Perubahan sistem pertanian ladang ke pertanian irigasi
    b. Peneriamaan masyarakat terhadap pola hidup keluarga kecil
    c. Pergantian bentuk pemerintahan dari kerajaan ke republik
    d. Pengguanaan mesin traktor untukmembajak tanah
    e. Penggunaan bibit unggul dalam bidang pertanian

12. Alasan terjadinya perubahan sosial dalam bidang ekonomi berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat adalah…
    a. Rasa tidak puas dengan kondi
si yang sedang berlangsung
    b. Kecewa dengan hasil yang telah didapat
    c. Ingin meningkatkan pendapatan perkapita
    d. Kurangnya ahli dalan pelaksanaan pembangunan
    e. Kurangnya sumberdaya manusia dalam bidang ekonomi

13. Pergolakan sangat erat kaitannya dengan disintegrasi karena…
    a. Disintegrasi berakibat pada perubahan
    b. Pergolakan menimbulkan chaos
    c. Pergolakan menimbulkan anomi
    d. Pegolakan cenderung menimbulkan disintegrasi
    e. Pergolakan cenderung menimbulkan ke konflik

14. Suatu tindakan dikatakan kriminal jika…
    a. Bertentangan dengan norma dan nilai
    b. Tidak sejalan dengan kesepakatan
    c. Bertentangan dengan hukum yang berlaku
    d. Adanya denda yang besar bagi pelaku
    e. Tidak sesuai dengan kehendak pribadi

15. Tindakan korupsi adalah tindak kejahatan yang terjadi karena…
    a. Pelakunya mempunyai kebiasaan buruk
    b. Adanya kelainan jiwa yang diidap pelaku
    c. Ada kesempatan yang dimiliki pelaku
    d. Pelakunya mempunyai cacat fisik
    e. Pelakunya memiliki kekuasaan

16. Perbedaan antara aksi protes dengan aksi demonstrasi terletak pada…
    a. Jumlah pengikutnya
    b. Waktu yang digunakan
    c. Interaksinya
    d. Latar belakang
    e. Tujuannya

17. Perubahan mode pakaian dikategorikan sebagai perubahan yang pengaruhnya kecil dengan ruang lingkup yang tidak luas karena…
    a. Tidak bertentangan dengan keyakinan masyarakat
    b. Selalu menguntungkan pedagang
    c. Hanya diikuti oleh golongan tertentu
    d. Tidak ada hubungannya dengan bidang kebudayaan
    e. Hanya berhubungan dengan kebutuhan sekunder

18. Penemuan baru yang direncanakan secara matang paling banyak terjadi pada…
    a. Bidang agama
    b. Bidang sastra
    c. Bidang sosial
    d. Bidang teknologi
    e. Bidang politik

19. Sikap-sikap yang dapat menjaga keutuhan suatu bangsa sebagai bangsa yang majemuk, antara lain…
    a. Sikap adil dan bijak yang harus dilakukan aparat pemerintah dalam melaksanakan tugasnya
    b. Berjiwa sosial demi kelangsungan hidup kelompoknya/partainya
    c. Menerapkan aturan hukum secara konsekuen bagi golongan tertentu
    d. Menyelesaikan masalah yang ditugaskan hanya kepada aparat tertentu
    e. Meningkatkan sikap primordial bagi steiap suku bangsa yang ada di Indonesia

20. Kesadaran sosial sangat penting dalam mewujudkan kesinambungan negara dan bangsa karena…
    a. Hal ini dapat menambah semnagat gotong-royong setiap wilayah
    b. Sikap yang demikian dapat memberantas konflik antar kelompok atau golongan
    c. Tanpa adanya kesadaran sosial dari setiap warga masyarakat sulit untuk mewujudkaan
         kesinambungan bangsa
    d. Kesadaran nasional akan memupuk sikap primordial setiap suku bangsa
    e. Kesadaran sosial dapat diwujudkan melalui konsolidasi setiap partai politik

PESONA WADUK CENGKLIK DESA NGAGOREJO

Materi K 13 Kelas XII PERUBAHAN SOSIAL                     Ada istilah di dunia ini tidak ada yang abadi. Semua bisa berubah sewaktu waktu o...